Bianca berjalan menyimpan barang-barang Ezra di dalam kamar hotel. Entah kenapa sejujurnya berduaan dengan Ezra begini selalu membawa pikirannya melanglang buana, mengingat pada saat di mana, mereka b******u panas di malam itu. Malam yang pada akhirnya membawa Bianca pada hari-hari penuh penyesalan. Pada hari-hari buruk yang selalu menyangkut pautkannya dengan sosok Ezra. "Kamu bisa tolong saya?" Bianca berbalik dan menemui Ezra sudah melepas baju yang sesaat lalu membungkus tubuhnya. Kembali memperlihatkan pahatan-pahatan otot yang nampak sempurna dan menggairahkan. Membuat untuk sesaat pikiran Bianca melayang entah kemana. Bahkan mungkin hampir saja ia meneteskan air liur. "Bi, kamu dengerin saya?" "Oh ya, Mas? Kenapa lo?" "Mandiin saya." "WHAT? LO GILA?" Bianca menatap penuh pel

