Ezra dan Bianca turun dari sebuah mobil hitam di pelataran sebuah restoran bintang lima yang nampak sangat mewah. Bianca tak mengerti tentang pertemuan apa ini. Yang jelas, apa yang Ezra kerjakan saat ini dipastikan sangat penting sampai-sampai dia sendiri memaksakan hadir padahal kondisinya sedang tidak baik. "Bi, terus buntuti saya. Jangan jauh-jauh." Jauh-jauh? Tentu Bianca harus jauh-jauh dan menjaga jarak, ia tak ingin Ezra menyentuhnya. Ia tak ingin Ezra membalas apa yang sudah ia lakukan di hotel. "Bi, kamu denger kan apa yang saya omongin tadi?" "Iya, Mas, gue denger." "Terus kenapa kamu ngasih kita jarak satu meter setengah kayak gini Bi?" Bianca mengembuskan napas. "Gue enggak mau terlalu deket sama lo." "Saya enggak akan apa-apakan kamu, kalau emang berniat begitu, saya

