Ezra sudah selesai meeting sejak beberapa menit lalu dan kini duduk di hadapannya. Sedang Bianca masih diam dalam kekesalan yang tercipta oleh Kimi. Dikatai murahan itu another level of pain. Apalagi oleh sahabat dekat yang sudah mengenal kita lama, yang tahu seluk-beluk kita seperti apa. Mood Bianca sungguh turun drastis sekarang. Ia sebenarnya ingin segera pulang dan diam di hotel sendirian tanpa berhubungan dengan siapapun, ia hanya ingin tidur dan menenangkan diri. "Kenapa kamu?" Ezra menatap ke arah samping, di mana mata Bianca tertuju. Ia yang tak tahu jika Bianca tengah melamun dan tenggelam dalam pikiran pun menyangka Bianca tengah memandangi seorang laki-laki tampan yang berada tidak jauh dari hadapannya. "Jaga mata, belum tentu dia mau sama kamu." Terheran-heran, Bianca melir

