72. Kamu Harus Menikah

1061 Words

"Bianca seharusnya mencari kerjaan lain, maksud saya, sering kali saya ingatkan pada Bianca, bahwa kalau mengandalkan fisik akan ada habisnya, dimakan waktu, kalau tidak mencoba mencari sampingan, Bianca akan ada masanya tenggelam, nah kalau sudah begitu, nanti susah sendiri. Bukannya mendoakan, tapi sebagai manusia, kita harus selalu punya kemungkinan tentang bayang-bayang buruk yang bisa saja terjadi di masa depan. Bisa jadi cara saya tidak benar, tapi kalau Bianca mau, saya bisa memasukan dia ke kantor." "Memang boleh begitu?" "Boleh, tentu saja boleh." Ezra senang melihat mata Aalifa berbinar, sepertinya juga Aalifa memang memiliki harapan besar agar Bianca masuk saja pada pekerjaan yang akan membayarnya seumur hidup dengan uang pensiunan. "Tapi omong-omong, Bianca menjelaskan tidak,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD