Mantra Yang Habis

1159 Words

Ran tidak akan pernah bisa menebak kalau kematian akan datang secepat itu pada orang-orang di sekitarnya. Pada orang tua angkatnya yang pergi secara mendadak, lalu pada ayah kandung yang baru sekali dia temui setelah belasan tahun mencari kehadirannya. Nuansa hitam dari pakaian orang-orang di sekitar area itu semakin membuat perasaan Ran memburuk. Dia sudah lelah menangis semenjak kemarin dan kini, pada pemberhentian terakhir Rayhan Arkatama, ayahnya, Ran memutuskan bahwa tidak ada lagi air mata yang akan dia keluarkan. Dia akan tersenyum, seolah merayakan kematian yang telah berhasil membebaskan ayahnya dari rasa sakit. Pemikiran itu sedikit membuat Ran merasa lebih baik. Namun Ran tahu bahwa dia tidak baik-baik saja. Tubuhnya lemas dan kepalanya pusing setelah luapan emosi yang begit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD