Hanya Berdua

1236 Words

Menginginkan sesuatu yang sejak awal tidak dimaksudkan untuk menjadi miliknya, adalah suatu kejahatan bagi Ran. Terlebih, kalau dia sampai berkeinginan melawan takdir dengan merebut pria itu dari si pemilik hati. Namun, Ran tidak bisa menahan diri. Dia sekarang bergantung pada Theo seolah pria itu adalah hidup dan matinya. Kalau saja Theo tidak ada di sampingnya ketika ayah kandungnya meninggal dunia, Ran tidak yakin dia bisa setenang sekarang. “Ran, aku bertanya apa maksudmu?” Perhatian Ran lantas teralihkan. “Aku tidak bermaksud apa pun selain mencoba jujur.” “Dan kejujuranmu itu tidak dibutuhkan.” “Sayang sekali kalau begitu,” sahut Ran dengan nada menyesal. “Kamu sebaiknya tidur.” “Kenapa terus menyuruhku tidur?” “Kalau begitu bagaimana dengan makan malam?” “Tidak nafsu.” Ran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD