Stroberi

1161 Words

Langkah yang terdengar terburu-buru menggema di rumah yang luas dengan atap tinggi berhias kandelir di tengahnya itu. Ran menatap pundak suaminya yang lebar, melihat garis otot yang kencang dan berujung pada lehernya yang kaku. Theo membawa Ran masuk ke dalam rumah, mungkin nyaris menyeretnya. Mereka bertemu dengan Yuan di tengah jalan dan Theo langsung memberi tahu pria itu kalau makan malam akan disajikan di kamar mereka saat mereka minta. Wajah Ran tidak bisa lebih memerah lagi dari ini. “Tu-tunggu!” Ran menarik tangan Theo saat mereka baru saja hendak menaiki tangga. Theo pun berhenti dan berbalik menatap Ran. “Apa?” “Kamu mengatakan itu pada Yuan, bagaimana kalau dia ….” “Tahu apa yang hendak kita lakukan?” Ran membelalak. “Theo!” Theo hanya terkekeh. Lalu menarik tangan lagi,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD