Kisah Nona Senja dan Tuan Kopi

616 Words
Pernahkah kau jatuh cinta pada orang yang belum pernah ditemui? Atau pernahkah kau merasakan hadirnya seseorang hanya dengan membaca tulisannya saja? Kisah yang satu ini adalah kisah yang dapat menjawab ketiga pertanyaanku tadi dengan jawaban, "Iya pernah." Tertawalah, kalau jatuh cinta kepada seseorang dari dengan seseorang yang bahkan belum pernah bertemu adalah hal yang tidak masuk akal, justru bagi pemilik kisah ini adalah hal yang paling masuk akal. Oh, atau kau juga pernah merasakannya? Baik, aku akan memulai kisahnya. Semesta suka sekali bercanda, terlebih pada dua insan yang sedang dimabuk asmara. Cinta bisa datang dari mana saja, tak melulu berawal dari tatap, atau berawal dari sebuah kebersamaan yang rutin terjalin. Tergantung dari bagaimana semesta menghendakinya dari mana cinta itu tumbuh dan bersemi. --------------------------------------------------------------------------------------------------------- Gio menghabiskan senjanya dengan duduk disebuah teras kafe, dengan secangkir kopi dan sepuntung rokok. Baginya kopi tanpa rokok adalah sebuah pengkhianatan. Jarang-jarang ia bisa menikmati senja. Lingkungan kerja tidak begitu sering memberikan waktu untuk bersantai saat senja. Ponselnya berkedip, tepat setelah ia menghembuskan asap rokoknya. Ada pemberitahuan dari sebuah aplikasi ponsel pintarnya, ia mendapat pesan. Tertera dari Nona Senja, pesan dari sebuah aplikasi dimana penggunanya tidak mencantumkan identitas, foto pun tidak, semua bersifat anonim hanya nama samaran yang tertera. "Kopi adalah minuman yang berkarakter." Kata isi pesan tersebut, Gio mengangkat sebelah alisnya, heran. Setelah beberapa hari ia berselancar dengan memposting beberapa sajak dan bait puisi, baru kali ini ada yang tertarik. Biasanya hanya orang-orang kesepian yang ingin berkenalan yang mengirim pesan padanya. "Kau benar, dari kopi kita bisa melihat selalu ada manis disetiap pahit." Gio menyentuh tombol 'send' pada ponselnya, ia membalas pesan itu. Tak menunggu waktu lama untuk mendapat pesan balasan. "Atau kita juga bisa melihat selalu ada pahit disetiap manisnya kopi. Seperti mawar itu berduri atau duri itu mempunyai bunga. Semua tergantung dari sudut pandang kita yang melihatnya." Secara tidak sadar, ada lengkungan yang tergambar di wajahnya. Bagi Gio, ini jelas bukan orang iseng dan kesepian yang kebanyakan menjadi pengguna aplikasi ini. Tapi ia tidak memastikan, aplikasi ini terlalu abstrak untuk mengira-ngira dengan siapa kita berbalas pesan. Namun satu hal, sepertinya percakapan pesan ini akan seru. --------------------------------------------------------------------------------------------------------- "Apa kau penikmat kopi?" Wardha membaca balasan pesan dari Tuan Kopi, disudut kamarnya. Pesan dari sebuah aplikasi anonym yang ia download satu jam yang lalu. Dari sekian banyak postingan yang mengajak berkenalan, ada sebuah posting yang bersajak anonym itu bernama Tuan Kopi. "Bukan penikmat, hanya menyukai karakternya." Send. --- Wardha terbangun oleh suara ibunya yang menyuruhnya lekas untuk sholat subuh. Ia duduk dipinggir kasurnya dan menemukan lampu LED ponselnya berkedip, tanda ada notifikasi. Ia mengambil ponselnya, ternyata ia ketiduran ada tiga pesan dari aplikasi anonym yang belum dibaca. Ya, perpesanan dengan Tuan Kopi di aplikasi tersebut berlanjut. Semalaman ia membicarakan tentang apa saja, tentang arti hidup, tentang umur, tentang apa saja. Dan jawaban-jawaban Tuan Kopi selalu memukau. Wardha berjalan ke dapur seusai sholat subuh, mengambil segelas air dan menenggaknya. Lalu tanpa disadari ia tersenyum. Ucapan selamat pagi dari Tuan Kopi terus terbayang. Ucapan selamat pagi yang paling manis yang pernah ia dapatkan. Di tempat yang jauhnya berates-ratus kilometer dari sini, Gio sedang mengaduk-aduk kopi paginya, sebuah notifikasi muncul di ponselnya. Dugaannya benar, balasan dari Nona Senja balasan selamat paginya dengan tambahan sebaris doa darinya. Ia tersenyum sama seperti Wardha, tersenyum tanpa sadar. Peri cinta berhasil meluncurkan panah asmara kepada dua insan yang terpisah jauh, kepada dua insan yang bahkan belum bertemu tapi merasa telah saling menemukan dari sebuah tulisan. Dua insan yang jatuh cinta dari sebuah pemikiran dan prinsip yang tertuang dalam sebuah tulisan. Mereka telah jatuh cinta bahkan sebelum berkenalan, atau bertukar nama. Mereka jatuh cinta dengan cara yang dirasa tidak masuk akal namun menurut mereka ini adalah cara jatuh yang masuk akal.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD