Aroma mawar menyeruak ke seluruh permukaan kamar mandi. Indra penciuman Elang merasakan sesuatu yang berbeda. Ia biasanya menggunakan sabun pria, namun kali ini ia mandi dengan sabun mawar milik Dara. Aromanya mampu membuat hati dan pikiran tenang, sangat lembut. Sang istri terus menggosok punggung belakang suaminya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, Dara menyabuni badan kekar Elang seraya tersenyum pilu. Badan ini akhirnya bisa ia sentuh, ia belai, sama seperti mimpinya setiap kali ia tidur. Ia bahagia sekarang bisa seintim ini dengan suaminya, namun di sisi lain ia merasa sedih. Kenapa harus dengan terjadinya kecelakaan? Kenapa harus terjadi perdebatan panjang yang mempertaruhkan pernikahan mereka—agar Elang sadar atas perbuatannya? "Sayang? Kok diam? Kamu kenapa?" tanya Elang

