Setelah pertengkaran dengan ibu aku kembali masuk kamar, cukup melelahkan rasanya, menghadapi ibu memang harus punya tenaga ekstra, selain dari ibu mertuaku suka pertengkaran ibu juga suka menjambak, buktinya aku sudah pernah di jambak ibu. Bukan saja aku, bahkan beberapa tetangga pernah jambak-jambakan sama ibu karena ketahuan menggosipkan ibu selingkuh karena tidak tahan lagi menanggung nafkah batin yang tertunda sebab bapak terkena stroke, akhirnya ibu murka dan terjadilah pertempuran itu. Ibu memang berani, dari wajahnya saja sudah menggambarkan keberanian, tegas, egois, dan suka mengatur. Semua yang ada dirumah ini harus di bawah kendalinya, tidak luput aku juga harus menuruti aturannya, bahkan mas Guntur harus selalu mentaati peraturan ibu, dia menikah untuk kedua kalinya, tanpa m

