17. Ayah

1069 Words

"Drt ... drt ... drt ...." Sebuah getaran menggelitik perut Arya. Handphone yang dikantonginya bergetar. Dia menepikan mobilnya untuk menerima telepon. Tidak boleh menggunakan telepon selama berkendara, bukan? Karena bisa membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain. "Nomer siapa ini?" Arya mengerutkan keningnya, dia berpikir sejenak perlukah untuk mengangkat telefon itu. "Halo! Assalamu'alaikum." Perasaannya mendadak nggak enak. Seperti ada dorongan untuk mengangkat telefon itu. "Wa'alaikumsalam, Tuan." Arya sangat hafal suara itu. Suara perempuan yang telah merawatnya semenjak dia kecil. Tapi kenapa terdengar sangat panik? Apa ada sesuatu yang terjadi? Pikiran Arya dipenuhi pikiran buruk tentang ayahnya. Penyakit jantung ayahnya semakin lama semakin memburuk. Berkali-kali Arya mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD