18. Toxic Boyfriend

1299 Words

*Joana PoV* "Halo, sayang ...." Kulihat lelaki tampan yang sudah dua bulan ini mengisi kekosongan hatiku. Oh ... bukankah dia benar-benar tampan. Aku tersenyum ke arahnya, dia pun juga tersenyum padaku. Dia berjalan masuk menghampiriku, rasa lelahku hari ini benar-benar terbayar hanya dengan melihatnya. Saat jam-jam segini dia pasti datang membawakan makanan. Dia sangat tahu, jika aku bahkan tak sempat makan karena banyaknya pekerjaan yang harus kuselesaikan setiap harinya. Kulihat tangan kanannya menenteng sebuah box berisi ayam goreng dari salah satu merek terkenal dari Amerika. "Kruk ...!" Perutku seolah tahu bahwa aroma ayam goreng sudah mengusik indera penciumanku. Aku meringis menahan malu karena bunyinya terdengar sangat keras hingga pria di depanku ini bisa mendengarnya. Dia h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD