"Bisakah kamu membuka hatimu untukku?" Masih belum berakhir kejutan dalam hidup Dahlia. Dia sendiri tidak tahu, dia harus bersikap bagaimana. Bukan hal mudah baginya untuk membuka hati. "Bentar ... bentar .... Bapak Arya Yang Terhormat, apa Anda sedang nge-prank saya atau bagaimana? Membuka hati? Huh!" Dahlia masih terus menepis pengakuan dari pria tampan di depannya itu. Sesak rasanya jika mengingat kejadian kemarin. "Lia ... Dahlia .... Aku tak pernah main-main dengan yang aku katakan. Pertama kali aku merasakan hal seperti ini. Awalnya aku juga bingung, perasaan apa ini? Kenapa setiap berada di dekatmu, rasanya dalam duniaku hanya ada aku dan kamu. Seperti sesuatu tak dikenal menyusupi setiap pori-pori tubuhku. Rasanya sesak tapi bersamaan juga terasa nikmat. " Arya mengatur nafasn

