"Dahlia!" Sarah berhambur ke arah Dahlia ketika melihat sahabatnya itu sudah berada di halaman tempat kos. Dipeluknya sahabat yang dirindukannya itu, air mata pun tak kuasa untuk ditahannya. Dahlia ambruk dalam pelukan Sarah. Dia menangis, seolah menumpahkan segala hal yang mengganjal hatinya. Layaknya sahabat, Sarah membiarkan air mata Dahlia membasahi pundaknya. Dia tahu semua terasa berat bagi sahabatnya itu. Sarah menepuk-nepuk punggung Dahlia seakan memberi sebuah isyarat, 'Semua akan baik-baik saja, aku ada di sini'. "Aku khawatir, Lia. Sangat khawatir. Aku takut hal buruk menimpamu. Saat seharusnya kamu sudah sampai di sini dan juga saat ada orang berjas hitam mencarimu. Bahkan berkali-kali mereka datang ke sini dan memastikan keberadaanmu." Dahlia masih terus menangis. Dia masi

