“Siapa sih pagi-pagi udah gedor pintu?” Suara salam dibarengi dengan ketukan pintu membuat perempuan yang tidur di sofa ruang TV itu terusik. Masih menguap, dia mengucek mata agar dapat terbuka sempurna, baru kemudian pergi untuk membuka pintu, namun sebelum itu dia harus memakai hijab dulu. Biarpun terkenal bar-bar tapi untuk menutup aurat tak akan lupa. “Assalamu’alaikum.” Salam kembali terdengar. “Wa’alaikumsalam.” Liana membuka pintu, terlihat sepasang orangtua yang tersenyum padanya. “Cari siapa ya?” “Pak RT ada?” Liana menoleh ke belakang, tepat ke arah pintu kamar yang masih tertutup rapat. Iya, pintu kamar siapa lagi kalau bukan pintu kamar pengantin baru yang telah membuatnya pindah ke ruang TV. “Kayaknya di kamar. Mari masuk dulu!” Pintu dibuka lebar mempersilahkan mereka

