“Pengalaman gue malam pertama itu …” Luna mesem-mesem saat membayangkan pengalamannya menjelajahi yang namanya surga dunia. Setiap pasti akan merasakannya, tak di dunia ya di akhirat nanti setelah masuk surga. “Luna.” Suara panggilan dari Rafan malah membuat Luna menyudahi ceritanya. Padahal belum memulai tapi sudah hendak mengakhiri. Tapi Fira dengan cepat membekap mulut Luna, memelototi agar tak bersuara, sedangkan Liana segera mengunci pintu dari dalam. Kompak membisu, meskipun Luna dipaksa. “Lun, lu di mana?” Rafan berjalan ke dapur, tak mendapati Luna. Di ruang TV pun tak ada, di ruang tamu, apalagi. Dan terakhir dia berjalan ke kamar yang ditempati Liana dan Fira. Tangan terkepal, mengetuk pintu. “Luna, lu di situ gak?” Diputar handle pintu malah terkunci dari dalam. Dipanggil

