Bab 74

1410 Words

Luna masih ragu untuk menjalankan rencana yang telah disusun oleh Liana dan Fira. Jantungnya berdegup kencang saat membuka pintu kamar karena melihat Rafan sedang tidur siang. Dia takut rencananya gagal dan akhirnya malah menyandang status janda di usia yang terbilang sangatlah muda itu. Duh, membayangkan saja malah membuat seluruh bulu yang menempel di kulit meremang. Tak ingin langsung bertindak pada inti rencana, Luna bergeming, memutarkan otak kecilnya untuk mencari jalan aman terlebih dahulu, sebelum akhirnya menempuh jalan ekstrim. Dan mengabaikan Rafan sepertinya menjadi salah satu cara yang praktis dan ringan. Tanpa sadar, Luna tersenyum mengangguk kepala. “Jangan cengar-cengir di depan pintu! Kalau ingin masuk, cepatan masuk dan tutup pintunya! Kalau gak keluar sana!” Lamunan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD