Zanna terperangah takjub saat melihat apartemen Clive, sangat mewah dan menakjubkan. Dia tersenyum senang melihatnya. “Ini kamar kamu, di sana kamar aku.” Clive menunjuk kamar yang terlihat di dalamnya penuh dengan nuansa ungu. Sedangkan di seberang kamar itu ada kamar dengan serba abu-abu, kamar Clive. “Loh? Kita pisah kamar Mas?” tanya Zanna bingung. Bukannya suami istri harus satu kamar? “Kamu memangnya mau satu kamar sama aku? Kalau aku khilaf, kamu enggak masalah?” tanya Clive. Zanna masih tidak mengerti maksud ucapan Clive, dia masih memikirkan maksudnya. Satu detik ... mereka masih terdiam saling memandang. Dua detik ... Zanna masih mengerjapkan matanya mencerna kalimat Clive. Tiga detik ... Zana membulatkan matanya, menyadari maksud Clive adalah berhubungan intim. Zanna langs

