Ale mengikuti setiap gerakan Ajeng dengan matanya. Ingin sekali cowok itu menyentuh lengan Ajeng, menggenggam tangannya, lalu memeluknya. Memberikan kekuatan pada cewek itu, memberi tahu bahwa semuanya akan baik-baik saja. Namun, Ale juga sadar bahwa kedatangannya pagi ini sangat mendadak. Dia tahu, Ajeng membutuhkan waktu untuk bersiap. Mempersiapkan hati dan pikirannya, agar berani bertatap muka dengannya. Ale tidak mau memaksa Ajeng untuk bersikap seperti biasa. Sang pujaan hati mau mengobrol dengannya saja, cowok itu sudah sangat bersyukur. Jika dipaksa, dia khawatir Ajeng akan lari. Nilakandi Ajeng Kiani tidak suka pemaksaan. Nalendra Al Ghifari adalah pasangan moderat yang jauh dari kata tukang kekang. Sebelum berpacaran dengannya, Nilakandi Ajeng Kiani adalah seorang individ

