Chapter 67

1011 Words

Galih memperhatikan gerak gerik sang sahabat. Sejak kembali dari bertemu Ajeng tadi sore, sahabatnya itu melamun terus terusan. Dia belikan makan pun diabaikan. Gairah hirupnya seolah terbawa oleh Ajeng yang entah bagimana kondisinya saat ini. Dia khawatir. Ale adalah sahabatnya. Jika sesuatu yang buruk terjadi, dia harus pasang badan. Bersiap jika sewaktu-waktu Ale membutuhkan bantuannya. Cowok itu sangat penasaran, ingin tahu kejadian apa yang menimpa sang sahabat sore tadi. Akan tetapi, Ale tampak menciptakan jarak. Memberi gesture bahwa dirinya sedang tidak bisa diajak bicara. Ale memang sering seperti itu jika suasana hatinya sedang tidak cukup baik. Menjadi pendiam dan lebih banyak melamun. Jika sudah begitu, Galih, Aldi, dan Fatir tidak akan bisa melakukan apa pun selain menunggu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD