Ale merasa tertantang untuk semakin gencar mendekati Ajeng setelah mencuri dengar pembicaraan gadis itu dengan kawan-kawannya kemarin siang. Jika obrolan itu ditelaah melalui pembicaraan tersebut, hubungan Ajeng dan pacarnya tampak tidak mulus, mengalami perjalanan yang berliku. Jadi, dia bertekad tidak akan terkalahkan oleh cowok mana pun, seganteng apa pun. Baiklah, pikirnya, masih banyak kesempatan buat ngedapetin cewek judes itu. Omong-omong, Ale jadi penasaran juga. Seperti apa, sih, wajah cowok yang berhasil meluluhkan hati Ajeng? Bunda Yani—ibunya—selalu memujinya cowok paling ganteng se-komplek tempat mereka tinggal. Ale tidak ingin besar kepala, karena biasanya, seorang anak merupakan yang terbaik bagi ibunya. Akan tetapi, pendapat itu juga diamini banyak ibu-ibu yang memanggiln

