Keduapuluh Empat "Kebohongan dapat menyelamatkanmu sementara, tapi menghancurkanmu selamanya." —Death Note— Sagar sadar sikap Nizam berbeda padanya, terlihat lebih menjauh dan terkadang menatapnya dengan dingin. Putri juga merasakan hal yang sama, dia berusaha mencairkan suasana yang mencengkam ini namun sia-sia saja karena Nizam bersikap sangat dingin. "Ada apa, sih, kalian?" tanya Putri tidak tahan lagi. Dilihatnya Sagar dan Nizam yang masih diam. "Lo mau bicara sama gue?" Akhirnya Sagar bertanya, nada datar tanpa emosi sedikit pun di dalamnya. Nizam bungkam dan beranjak pergi begitu saja tanpa pamitan pada siapa pun. Putri menghela napas panjang, melihat Sagar yang kini memasang wajah muram. "Dia udah tau," kata Sagar, menjawab pertanyaan di benak Putri. Meski Putri merasa terke

