Keduapuluh Lima "Aku menyadari, mimpi indah hanya membuatku tidak bahagia ketika aku terbangun. Seharusnya, aku tidak bermimpi indah sejak awal." -Man From The Star- "Rhea!" panggil seseorang. Rhea yang saat itu hendak masuk ke dalam rumahnya, seketika terhenti saat melihat Nizam berdiri menunggunya di pintu gerbang. Dalam hati bertanya-tanya; kenapa tiba-tiba cowok yang notabenenya adalah sahabat baik Sagar datang ke rumah Rhea. "Nizam, ada apa? Tiba-tiba datang ke rumah gue." Nizam melangkah maju menghampiri Rhea, ekspresinya murung. "Ada sesuatu yang pengen gue omongin sama lo," sahutnya pelan. Rhea mengerutkan keningnya, dia benar-benar bingung. "Apa yang mau lo omongin?" Nizam terlihat ragu sesaat. "Ini tentang Sagar, lo pengen tau kenapa Sagar ngedeketin lo terus nembak lo?"

