Keduapuluh Lima

1538 Words

Keduapuluh Lima "Aku menyadari, mimpi indah hanya membuatku tidak bahagia ketika aku terbangun. Seharusnya, aku tidak bermimpi indah sejak awal." -Man From The Star- "Rhea!" panggil seseorang. Rhea yang saat itu hendak masuk ke dalam rumahnya, seketika terhenti saat melihat Nizam berdiri menunggunya di pintu gerbang. Dalam hati bertanya-tanya; kenapa tiba-tiba cowok yang notabenenya adalah sahabat baik Sagar datang ke rumah Rhea. "Nizam, ada apa? Tiba-tiba datang ke rumah gue." Nizam melangkah maju menghampiri Rhea, ekspresinya murung. "Ada sesuatu yang pengen gue omongin sama lo," sahutnya pelan. Rhea mengerutkan keningnya, dia benar-benar bingung. "Apa yang mau lo omongin?" Nizam terlihat ragu sesaat. "Ini tentang Sagar, lo pengen tau kenapa Sagar ngedeketin lo terus nembak lo?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD