Keduapuluh Enam " Aku nggak mau mereka sakit gara-gara aku. Lebih baik aku yang sakit daripada mereka harus merasakan sakit." —Sagara— Sagar membungkuk di wastafel, biasanya dia tidak seperti ini. Muntah saking sakitnya, tapi sekarang dadanya terasa begitu sangat sakit lebih dari biasanya. Apa karena selama ini Sagar tidak meminum obatnya, maka dari itu dia seperti ini? Atau jangan-jangan Rhea yang terus memikirkannya? Sagar memejamkan matanya sesaat, dunia sekitarnya terasa berputar, namun dia berusaha untuk tetap berdiri. Ketika Sagar keluar, dia langsung disambut oleh Putri yang menatapnya cemas. Cowok itu hilang setelah ujian berakhir, dan saat Putri menemukannya, dia malah melihat wajah Sagar yang sangat pucat. "Gue tau, kenapa Papa nyuruh gue buat ngawasin lo," kata Putri saat

