Keduapuluh Tujuh

1547 Words

Keduapuluh Tujuh "Di dunia ini, hanya ada satu hal yang pasti. Semua yang hidup, pasti akan mati." —Ovan, Roots— Sagar tidak merasa heran lagi saat mengetahui di mana dirinya berada. Di tempat yang selama ini tidak pernah absen didatangi Sagar. Namun jika biasanya dia langsung beranjak bangun, kali ini Sagar hanya terdiam menatap langit-langit ruangan IGD dengan pandangan hampa. "Rhea sudah sampai di rumah." Tiba-tiba Naraka bersuara, dia berdiri di samping Sagar. "Kenapa lo ada di sini? Kenapa juga lo nolong gue?" "Lo lupa? Gue ini sahabat lo. Tadi gue nggak sengaja nemuin lo hampir jatuh di jalan, yaudah bawa ke sini." Sagar tersenyum kecil, hatinya sedikit bahagia, setidaknya ada seseorang yang mau benar-benar menjadi sahabatnya. "Makasih." Naraka mengangkat bahunya. Dia memberi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD