Bab 40: Jiwa Murni

2002 Words

Sang duke mengusap kepala Borneo dengan lembut sebelum mengalihkannya pada pria yang khusus dipekerjakan untuk merawat kuda miliknya. Kemudian sambil melepaskan sarung tangan hitam, dia memasuki Morning Glory. Begitupula dengan Flint yang baru saja datang menyusul, langsung turun dari punggung kudanya. Menyerahkan kudanya pula pada pengurus khusus sebelum menyusul langkah tegas sang duke. Dia melepaskan sarung tangan hitam yang juga melindungi telapak tangannya ketika berkuda. "Kecepatan Borneo memang sulit untuk diimbangi." Ucap Flint tidak bisa menahan rasa kagumnya. Terlebih tadi sang duke begitu gagah saat menunggangi Borneo. Mereka sama gagahnya, apalagi jika dipadukan dalam area pertempuran. Membuatnya tidak berhenti berdecak kagum. "Sepertinya kau mencoba untuk memacuku lagi, Fli

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD