Putri Ileana melirik suaminya berulang kali. Tidak jarang senyuman juga menghiasi wajah lantaran terlalu senang. Mereka yang bisa duduk bersama lagi setelah sekian lama masih seperti mimpi baginya. Justru hal itu membuat Pangeran Tatius terganggu karena dia tidak berada dalam kondisi baik. Fisiknya bisa dikatakan tidak menemukan kepercayaan diri. Dia tahu hal itu karena setiap pagi memandangi penampilannya sendiri di depan cermin. Seperti mayat hidup berjalan. Selama ini dia menutupi diri dengan riasan dan mengenakan pakaian yang tidak menampakkan betul bagaimana bobot tubuhnya. Namun, semua itu sirna jika dia sudah memasuki kamar. Sekarang dalam keadaan lilin yang sudah menyala, pasti Putri Ileana melihat dirinya dengan jelas. "Lebih baik kau kembali ke kamarmu. Aku harus beri

