Kenzie VS Lona

492 Words
Lona sangat bahagia hari ini. Melihat keluarganya begitu memanjakannya. Ia juga bersama ibunya untuk perawatan. "Rambutmu minta dipotong? " "Biarkan saja mama. Aku nyaman dengan seperti ini." "Baikhlah." Tidak ada yang memaksa kehendak Lona. Lona diperlakukan bagaikan seorang puteri, namun tak membuat diri lamanya hilang begitu saja. Ia tetap sama disekolah, sederhana dan pendiam. Dilain sisi, Ax nampak bersenang-senang dengan teman-temannya. Tiap malam ia habiskan untuk berpesta di Club sampai pagi. "Eh Ax, aku sempat heran melihatmu tadi menolong gadis aneh itu. " Celetuk salah satu temannya membuat dia menenggak Vodka dengan kasar. "Apa urusanmu? Jangan urusin urusanku." Tekannya membuat semua menyerngitkan keningnya bingung. "Santai bung." Kekeh lainnya membuat Ax berdiri tegak menatap tajam semua orang. "Jangan. ganggu. dia." Ucap Ax penuh penekanan membuat semua temannya tercengang terlebih Kenzie yang tidak percaya dengan sikap Ax. "Kak Axel suka padanya?" Ucap Kenzie membuat semua terdiam. "Ku Bilang jangan urus hidupku." Ucap dingin Ax membuat semua berpresepsi kalau Ax benar-benar menyukai Lona. "Apa yang membuat kakak menyukai gadis i***t itu?" "Kau tidak tahu apa-apa, makanya kau lebih baik diam."Mereka memilih diam setelah melihat sorot tajam Axel. Pria itu sudah menyambar jaket kulitnya dan pergi. Kenzie masih tidak habis pikir. Apa yang membuat seorang pangeran sekolah tersebut menyukai gadis aneh itu. Ataukah Ax tahu siapa sebenarnya gadis itu.Kenzie menyunggingkan senyumnya melihat targetnya datang. Hari ini sekolah mengadakan rapat. Dan Kenzie yang menjadi ketua kelas harus menghela nafasnya berat karena tidak bisa menjahili Lona.Lona yang merasa damai tanpa ada Kenzie harus menahan kesalnya. Kenzie memilih menunjuk wakilnya untuk menghadiri rapat. "Kau berfikir bisa lepas dariku? Apa kau tahu kehadiranmu itu sangat mengganggu ketenanganku. Dan tujuan utamaku adalah membuatmu pergi dari sini." Ucap Kenzie mampu membuat Lona beku. Hati Lona terasa tersayat mendengar kejamnya ucapan Kenzie. Pria itu masih menunjukkan wajah datarnya. Ucapan Kenzie yang menyakitkan tidak direspon samasekali oleh Lona dan membuat dirinya geram. "Sebenarnya apa yang ada dalam dirimu yang membuat kak Ax tertarik padamu?!" Teriaknya frustasi dan membuat semua terkejut terlebih Lona. "Mak-maksudmu?" "Kau tahu. Aku. Membencimu. Karena dirimu! Pamor kami bisa jatuh karena ketua kami yang menyukaimu. " Ucap Kenzie penuh penekanan pada Lona. Bahkan pria tersebut mencengkeram erat tangan Lona. "Le-pas." Cicit Lona yang sudah menitikkan airmatanya. Lona menatap Kenzie dengan tatapan tak suka. Bila Lona bisa kembali menjadi Lona yang lama, ia pastikan untuk membalas Kenzie. Saat ini ia harus menghindari Kenzie. Laki-laki kaya nan sombong. Yang menggunakan kekuasaan untuk menaklukkan orang lemah. Ia pastikan untuk membalas Kenzie. Pria itu akan mendapat pelajaran. "Bila kau mengadu pada Kak Axel, aku pastikan aku akan membongkar identitas sebenarnya dirimu. "Ucap Kenzie membuat Lona menegang. Sebenarnya Kenzie masih belum tahu siapa Lona, tapi ancaman tersebut mampu membungkam Lona. Ia menang lagi. "Kau pengecut!" Umpat Lona mampu membuat Kenzie terkekeh. "Aku masih membiarkanmu. Tapi jangan harap kau bisa hidup damai mulai hari ini i***t!" Lona menggertakkan giginya. Ia jadi berambisi untuk kembali menjadi dirinya lagi. Setidaknya ia bisa langsung membalas tanpa menjadi lemah seperti ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD