Lona Talent

592 Words
Tidak ada yang berniat ikut campur ataupun pergi. Mereka ingin melihat apa yang dilakukan Lona, seakan tontonan menarik. Gadis itu tersenyum pada semua orang seakan mendapat kemenangan kali ini. "Jadi?" "Aku bukan pelakunya." Mantab Lona pada semua orang yang kebingungan. "Apa yang membuat kami yakin?" "Tinggi rak kunci soal yang hilang setinggi 175 cm. Dan tinggiku hanya 160 cm. Tanganku tidak bisa meraihnya. Jelas bukan aku pelakunya, mana mungkin aku sampai meraihnya? "Smirk Lona membuat semua orang diam. "Lalu siapa?" "Yang jelas wanita yang tingginya sekitar 175 cm. Tapi itu tidak mungkin, mana ada wanita setinggi itu. Kecuali dia memakai sepatu yang sedikit tinggi." "Wanita?" Gumam Ax membuat semua orang menatapnya. "Kunci soal ini meninggalkan bekas parfum. Racikan parfum paling mahal didunia. Berasal dari bunga khas asal Perancis. "Ax yang ternganga dan bertepuk tangan dengan kagum diikuti Kenzie dan semua orang. "Aku akan menemukannya. "Ucap Ax menatap manik Lona. "Tapi bagaimana kita mencarinya kak Ax?" Bingung Kenzie membayangkan harus mencari diantara ratusan wanita. "Disini yang tingginya hampir mencapai 170 adalah wanita yang badannya ideal bak model. Dan Setahuku hanya ada 7 orang yang mempunyai sepatu tinggi. Boleh aku mengendus aromanya Lona? " Tanya Ax disenyumi Lona. "Kalau aroma seperti ini hanya ada 1 yang punya. Dan dari analisisku, nampaknya aku sudah tahu siapa dia." Smirk Ax membuat semua orang bertepuk tangan pada kepandaian Lona dan Ax. "Aku tidak menyangka pada bakat kalian berdua." Puji para guru membuat Ax dan Lona saling melemparkan senyum. Ax berjalan dengan santai memasuki kelas Kenzie dan tersenyum pada semua penghuninya. Semua memekik terpesona. Hanya satu pusat yang menjadi sorotan Ax. Meja Julia. Disana gadis yang cantik tengah memandangnya tanpa berkedip. "Hai Julia." Sapa Ax entah tiada angin atau hujan membuatnya bersemu merah. Lona yang datang dengan senyum tersungging membuat semua temannya terkejut. Disusul para guru yang berbondong-bondong. "Aku menemukanmu Julia." Sungging Ax membuat gadis dihadapannya menyerngitkan keningnya. "Hah?" "Hanya kau yang punya parfum Joy disini. Jajaran 10 parfum paling langka di dunia." Ucap Ax melirik Lona. "Iya. Ada apa?" Semua guru terkejut. "Berdirilah sayang." Ucap Ax membuat Julia dengan suka rela menurut. "Tinggiku 177 cm. Dan tinggimu 175 cm." Smirk Ax membuat Julia terkejut. "Sudah dipastikan kau yang mengambil berkas tersebut. Kau sudah ketahuan." Senyum Ax menyerigai. "A-apa?" Julia benar-benar terkejut. Dia akhirnya mendapat teguran dan di skorsing selama 2 bulan dan ujian diundur untuk beberapa minggu karena bocornya soal ujian. "Keputusan ini terlalu jauh." Gumam Lona ketika pulang dari sekolahnya. "Setidaknya tidak ujian minggu ini." Enteng Ax membuat Lona tersenyum. "Mau bermain kartu?" "Kau masih ingat triknya?" "Yah, akan aku ambilkan. " Langkah Lona mengambil kartu remi dan mengocoknya dihadapan kakaknya. "Permainan ini sudah sangat lama. Aku sudah lupa semuanya." Ucap Ax mengambil salah satu kartu dari Lona. "Aku masih sering memainkannya. Kartu ini dilengkapi silet tajam yang tipis dan fleksibel. Dia bisa melukaimu bila kau tidak hati-hati. " "Ini hadiah dari kakek saat usiamu 5 tahun." "Aku masih ingat kakak dapat peluru rudal dengan remote kontrol." Sibuk Lona mengocok kartu tanpa melihat. "Aku masih menyimpannya. Sekarang tebak berapa angkaku? " Lona hanya tersenyum dan membuka matanya. Ia tak segan-segan mengambil 3 kotak kartu remi yang berbeda motif dan warna. Kini gadis itu melemparkan kartu ke udara dan membuat semua isinya berhamburan. Ia mengambil salah satunya. "King keriting. " Ax bertepuk tangan dan tersenyum puas. Jangan remehkan Lona dalam bermain judi. Semua permainan ia kuasai. Dari kartu remi, bermain dadu ataupun lempar koin.Ia bukan peramal, ia hanya cerdas dalam matematika. Berapa angka peluang yang akan keluar. "Bagaimana liburan kali ini kita kembali ke pusat pelatihan militer?"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD