Good bye, I Love You!

1468 Words
"Sayang, minyak kayu putih itu tidak untuk diminum." "Tapi racikannya hampir sama kan?" Ax sudah tidak kuat lagi menahan tawanya dan membuat Lona menjadi kesal. "Beda sayang." "What ever. " Pagi yang cerah untuk mengawali hari. Lona yang hari ini datang dengan wajah ceria yang membuat semua orang bengong menatapnya. Seakan kejadian itu tak pernah terjadi dalam hidupnya. Jelas saja bekas jahitan di keningnya masih belum hilang. "Hari ini kita olah bakat untuk perpisahan kakak kelas. Yang pasti Kenzie sudah saya jadikan pemain tetap nanti." Ujar guru musik yang mengajar saat ini. "Kenzie biasanya membawakan apa?" Tanya Teresa hanya ditatapi datar Kenzie. "Gitar." "Waah.... Masih seperti dulu ya. Kau dulu sempat membawakan lagu untukku. Aku mau duet denganmu lagi ya." Ucapnya manis membuat Lona bergidik. "Oke Teresa mau tampil apa?" "Boleh aku menyanyi mengiringi Kenzie?" "Silahkan tunjukkan bakatmu. " Dilain sisi Lona begitu bingung ingin membawakan apa. Sungguh bingung ia harus pakai apa? Biola atau piano? Atau gitar? Ia berat untuk memilih. "Baiklah. Suaramu sangat indah." Puji guru dan para siswa bertepuk tangan memujinya. Kini giliran Lona yang unjuk bakatnya. Namun ia hanya mampu diam dan menggigit kukunya tanda gugup. Semua menahan tawanya mengejek Lona. Memang Lona banyak tidak mengerti pelajaran. Itu sama saja. Namun Kenzie satu-satunya yang yakin, bahwa Lona lebih dari luar biasa. Lona benar-benar badmood setelah tidak terpilih ikut serta. Ia hanya mampu diam tanpa menunjukkan bakat apapun. "Kau tampil apa?" Tanya Ax menghampirinya. "Tidak. Aku bingung mau apa?" Ucapan Lona sukses membuat Ax menyerngitkan keningnya. Sungguh dia bingung? Lona bisa tampil apa saja. "Mungkin kau kurang percaya diri. Mau duet bersamaku?" Tawar Ax membuat Lona berbinar. Musik bagian hidup Lona. Musik bukanlah persaingan ataupun untuk ajang bergengsi, baginya musik adalah permainan dan perwakilan hati. Musik adalah dunia, musik adalah teman setia, musik adalah jantung kehidupan dunia. "Kakak sudah dipilih?" "Belum tampil. Mau bersamaku nanti? Kita akan menggemparkan seisi sekolah bahkan dunia." Sunggingnya. "Kita tampil apa?" "Kita tampilkan semua." Smirk Ax membuat Lona menyerngitkan keningnya bingung. "Bagaimana bisa?" "Tentu bisa. Kita awali dengan duet memainkan biola, lalu kau bernyanyi mengalihkan aku yang menarik piano, kita memainkan piano berdua. Lalu kau terus menyanyi sambil aku datang membawakan gitar akustik dan listrik. Penampilan terakhir, kita bermain alat disc jockey bersama." Mata Lona berbinar kagum dengan ide luar biasa Ax. Pria itu punya sejuta pemikiran diluar pemikiran manusia. Dan semua itu pasti akan terwujud karena tekad bulatnya. Guru musik yang selalu mencari Ax kesana-kemari. Penampilan Ax yang selalu ditunggu semua orang. Namun kali ini berbeda, pria itu datang bersama Lona. Gadis yang hanya mampu diam beberapa menit tanpa menampilkan apapun. Kenzie menaikkan sebelah alisnya menatap Ax dan Lona bersamaan. Ax yang selalu membawakan DJ di acara puncak dan selalu memukau semua orang. Kini apa yang akan dilakukan Ax bersama Lona? "Ax, kenapa kau bawa dia?" "Aku akan tampil hanya bersama dia. Aku akan duet bersama Lona. Atau tidak sama sekali." "Baikhlah, kau ingin tampil apa kali ini?" "Aku ingin gitar, piano, biola, dan alat disc jockey tersedia dipanggung. "Pinta Ax membuat semua orang menggeleng tak percaya. "Aku percayakan panggung utama padamu. Jangan kecewakan aku." Peringat guru tersebut membuat Ax menyunggingkan senyumnya. Ia tidak akan terima melihat semua orang menatap rendah adiknya. Ia akan selalu mengangkat derajat Lona dengan tinggi. Kedudukan Lona haruslah terhormat. "Kita bawakan lagu apa?" "Masih ingat Let it Go ? Aku sudah siapkan semuanya." Lona hanya mampu mengangguk paham. Ia mulai menarik nafasnya panjang dan membawakan intro bersama Ax. Penampilan keduanya membuat semua orang ternganga dan diam speechless. Suara Lona begitu merdu dan penampilan mereka yang sangat memukau mata. Bakat mereka berdua tak dapat diragukan lagi.Malam puncak tidak akan meriah tanpa kehadiran mereka. Kesuksesan acara sangat bergantung pada mereka. Rasanya memang tertampar dengan ucapan sendiri. Melihat kemilau Lona yang tidak ada tandingannya. Sekali lagi Ax berhasil. Mereka semua berhasil. Penampilan yang benar-benar luar biasa. Tidak ada yang tahu mereka bisa bermain hampir semua alat musik. "Kulihat Teresa masih mengharapkan dirimu?" Tanya pelan berbisik pada Kenzie ditengah pelajaran. Lona melirik kearah sebelahnya. Pria yang nampak menelungkupkan wajahnya. "Jangan bahas Lona. Aku malas." Telungkupnya di meja. "Ya aku ingin tanya saja, sebenarnya siapa yang menempati hatimu saat ini." Ucap Lona tak biasa dan langsung membuat Kenzie menegakkan duduknya dan menatap Lona tak percaya. "Kenapa kau jadi membahas seperti ini?" "Hahaha aneh ya?"Kekeh Lona dengan canggung. "Tidak. Memangnya perlu." "Emm, ya. Karena.... mungkin aku menyukaimu." Cengir Lona membuat Kenzie begitu membulatkan matanya. "Cubit aku bila ini bukanlah mimpi." Ia mengerang keras dan menimbulkan semua orang memandangnya. "Kenzie Elthifar dan Axeliona. Silahkan kalian pergi dari kelas saya." Tegas guru pengajar membuat Lona membulatkan matanya tak percaya. "Ah... baiknya, aku senang kalau ada orang yang begitu paham dengan situasi hatiku. Terimakasih. "Senyum Kenzie membuat semua menatapnya tak percaya. Lona terkekeh melihat ekspresi Kenzie yang sama sekali tidak pernah ia temui. Wajah yang seakan bersinar dengan semu merah muda. "Kau kenapa tiba-tiba begini?" "Mungkin aku sudah gila." Tawanya renyah membuat Lona ikut menggelengkan kepalanya. "Apa gara-gara aku mengungkapkan isi hatiku pada raja penakluk wanita." Ucap Lona membuat Kenzie terdiam dan berbalik kearahnya. "Mungkin kau selama ini menganggapku hanya main-main. Tapi, aku serius padamu." Ucap Kenzie menatap manik Lona. "Aku percaya." Senyumnya membuat Kenzie diam berfikir. "Ikut aku." "Kemana?" Tidak ada jawaban dari Kenzie dan membuat Lona harus mengikuti pria tersebut. Senyum yang merekah tak pernah pudar dibibir Kenzie. Hal ini membuat jantung Lona berdegub tidak karuan. Jangan sampai keputusannya malah membuat hancur. Lona hanya diam menatap toko mewah perhiasan. Ia menatap tidak percaya. "Kenapa kita disini?" "Karena aku ingin menunjukkan kalau aku benar-benar serius denganmu Lona. Aku hanya akan menikah denganmu." Bagai hantaman keras untuk Lona. Bagaimana ia akan mengatakan kalau ia akan berpisah dengan Kenzie? "Aku sudah siapkan modelnya." Ucap Kenzie mengalihkan perhatian Lona. Cincin berhiaskan permata batu rubby yang mungil dan model yang simpel dan elegan. Dengan ukiran dalam LK4EVR. "Apa ini?" "Kau milikku, dan aku milikmu." Ucap Kenzie membuat Lona menangis haru membekap tubuh Kenzie. Jangan mempersulit keadaan, Kenzie terlalu sulit untuk dilepaskan Lona. Lona ingin melepaskan Kenzie, namun mengapa Kenzie mengikatnya? "Zie, aku mencintaimu. "Tangisnya. "Aku juga. Sangat." Bekap Kenzie pada Lona. Pria itu melepaskan bekapannya dan meraih jemari Lona. Cincin yang melekat begitu indah. Dan giliran Lona yang memakaikan cincin pada Kenzie. Mereka saling melemparkan senyum bahagia. Kenzie akan memperjuangkan cintanya. Dia tidak akan bersama wanita lain selain Lona. Namun kenyataan pahitnya, gadis itu akan pergi esok hari meninggalkannya. Kenangan yang akan dibawa Lona. "Zie, kalau aku masuk Intel atau FBI bagaimana pendapatmu?" "Aku akan mendukungnya. Aku akan masuk militer dan menjadi seperti papa untuk melindungimu." Ucap Kenzie membuat Lona menyunggingkan senyumnya. "Kalau aku pergi jauh darimu?" "Aku akan selalu bersamamu." "Jangan ingkari janjimu. Jangan pernah sedih karena diriku. Jangan pernah hancur tanpaku. Jadilah Kenzie yang lebih baik."Ucapan Lona membuat Kenzie terkekeh dan mencubit pipinya gemas. Ucapan Lona seakan aneh untuk didengar. "Ada lagi my lady?" "Jangan marah padaku." "Tidak akan." Sudah cukup yakin bagi Lona meninggalkan Kenzie. Cukup singkat waktu bersama Kenzie selama ini. Banyak lika-liku yang mereka hadapi. Semoga Kenzie menepati semua ucapannya. "Lalu artinya ini apa?" Tunjuk Lona pada tulisan yang terukir. "Lona - Kenzie 4 Ever." Semoga apa yang terukir menjadi sebuah doa. Semoga sejauh apapun keberadaan Lona, ia akan kembali pada pemiliknya. Kenzie Elthifar. Bila kamu menerima surat ini, berarti aku sudah tidak ada di Spanyol lagi. Selamat tinggal kekasihku, Kubawa cincin ini bersamaku. Semoga kau menepati semua ucapanmu. Maaf tidak memberitahumu, jangan marah padaku. Percayalah Zie, aku mencintaimu. Aku akan kembali lagi. Semoga kamu masih menungguku. Semoga semua mimpimu jadi nyata. Salamku, Axeliona. Surat yang diremas Kenzie dengan menggebu. Perwakilan hatinya saat ini yang begitu kusut. Lona memang begitu pintar mematahkan sebuah hati setelah ia lambungkan dengan tinggi. Dia sama sekali tidak memberitahukan dimana sekarang Lona berada. Padahal malam itu Kenzie sudah membulatkan tekadnya untuk memperjuangkan cintanya pada Lona dan berusaha menggagalkan pertunangannya. Apa bisa ia berjuang sendiri tanpa Lona? Apakah ia bisa menunggu Lona tanpa tahu kapan gadis itu akan kembali. Sedangkan mamanya sudah mengatur acara pertunangan setelah ia lulus sekolah. Bagaimana ia harus menjalani semuanya? Seharusnya Lona masih ada agar ia dipertemukan dengan mamanya. Namun gadis itu sudah pergi. Kenzie mengerang meluapkan segala amarahnya. Ia tidak akan menyalahkan Lona sebagaimana janjinya. Salah waktu karena ia terlambat. Karena ia pengecut dan pecundang. Dilain sisi, Ax juga sangat hancur melepas Lona di Bandara. Ia tidak akan menyentuh senjata tajam sesuai perintah mamanya ketika Lona belum tersadar dari operasi. Ia akan meninggalkan dunia yang berhubungan meskipun hal itu adalah jiwanya. Karena Ax sadar, inilah hukuman karena ia lalai. Kenapa kehidupan mereka begitu berubah dengan cepat dan tak terduga? Ia akan menjalani kehidupan layaknya orang biasa. Dimana awal neneknya adalah manusia biasa, maka ia yang juga akan kembali pada titiknya. Mungkin Lona akan sangat menyayangkan hal ini. Ia pasti akan menentang orang tuanya demi Ax bahagia. Itu sebabnya ia menyembunyikan dari Lona.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD