I'm Your Friend?

576 Words
"Jangan berisik dan tahan napas."Bisik Lona membuat Kenzie menyerngitkan keningnya bingung.Ia tidak punya pilihan lain selain menuruti Lona. Gadis itu mengeluarkan pisau dari sepatunya dan membuat Kenzie ternganga tak percaya. Ular besar yang melintas membuat Kenzie membulatkan matanya. Ia bergidik ngeri melihatnya. Begitu besar, bahkan ia sendiri menciut dan bilapun memilih, ia akan bertarung dengan puluhan orang dari pada binatang semacam itu. "Sudah aman. Ayo cepat sebelum malam, dan terimakasih sudah menurut. "Ucapnya meraih lengan Kenzie dan membopong tubuh Kenzie. Sepanjang perjalanan pria itu hanya diam menatap wajah lelah Lona. Wajah Lona dari dekat bersih, hanya saja kusam. "Kenapa?" Tanya Lona tidak nyaman dan tetap fokus ke Jalan. "Aku salah terhadapmu. Maaf." Ucap Kenzie terdengar kaku ditelinga Lona. "Ah itu, tidak apa. Setidaknya kau selamat." Senyum tulus Lona membuat Kenzie sedikit terenyuh. "Padahal selama ini aku jahat padamu. Aku tak pernah mengira kau begitu berani." Jujur Kenzie membuat Lona diam kaku dan tidak berani menatap Kenzie. "Aku memaafkanmu, kau tahu Kenzie? Kau adalah orang pertama yang jadi temanku. Semua orang selalu menghindar dariku." Kekeh Lona membuat Kenzie mengangkat sebelah alisnya. "Kau menganggapku sebagai teman?" "Ke- kenapa? "Takut Lona membuat Kenzie menggeleng. "Maaf Lona. Padahal selama ini aku membuatmu sengsara. "Sesal Kenzie membuat Lona tersenyum. "Kukira kau akan marah. "Kekehnya membuat Kenzie ikut terkekeh. "Teman?" "Teman. " Lona duduk disebuah batu disusul oleh Ax yang membawakan coklat panas. Ia menengok pada semua orang yang memandangnya dengan sinis. Ia menolak cangkir tersebut dan membuat tatapan Ax menajam. "Kalian lihat apa?!" Sentak Ax membuat semua orang mengalihkan pandangannya.Kenzie yang keluar dari ruang kesehatan dengan langkah pincang membuat Lona menghampirinya. "Butuh sesuatu?" "Ah, tidak. Aku bisa sendiri. Aku berat bila harus dipapah. "Tolak Kenzie malah dilanggar Lona.Gadis itu tersenyum dan meraih pundak Kenzie. Pria itu hanya diam memandangnya. Nampak gadis lain menyerobot dengan sewot pada Lona dan mendorongnya menjauh. "Biar aku saja. Sayang kenapa gak panggil aku? Aku juga bisa." Rengeknya membuat Kenzie menutup telinganya. "Cukup! " "Sebaiknya aku pergi dulu." Pamit Lona sedikit membuat Kenzie memandangnya tidak rela. "Lona, waktumu minum obat." Ucap Ax menghampiri Lona dan berbisik padanya. "Ah nanti ya... pahit..." "No! Sebentar lagi kita akan naik ke puncak. Kalau kau tidak meminumnya, penyakitmu akan kambuh." "Ayolah..... aku baik." "DEMI KESEHATANMU LONA." Bentak Ax membuat Lona berjenggit kaget. "Iya." Getar Lona membuat Ax memeluknya dan mengucapkan maaf. "Sttt, maaf. Maaf ya, Lona jangan lemah seperti ini. Kakak mau kamu kuat." Ucap Ax diangguki Lona dalam dekapannya. Kenzie yang tidak sengaja melihat Ax memeluk Lona. Dalam hatinya merasa kesal dan tidak terima. Apakah Ax sudah menjalin hubungan dengan Lona? Apakah Kenzie dapat mengungkapkan pada Ax bila ia juga menginginkan Lona? Gengsi. "Eh i***t! "Panggil gadis yang selalu dekat pada Kenzie. "Namaku Lona. " "What ever! Jauhi Kenzie. Dia hanya milikku. "Tekan gadis tersebut membuat Lona hanya memandangnya datar. "Kamu yang berhati-hati, bukankah dia terkenal pematah hati?" Datar Lona meninggalkan gadis tersebut. "Lona." Panggil pertama kali Kenzie pada Lona dengan namanya. "Hemm? " "Sudah makan?" Tanya Kenzie membuat Lona menyerngitkan keningnya. "Makanlah Zie, semoga cepat sembuh. "Senyum tulus pada Kenzie. Gadis itu tetap berjalan bersama rombongan. Ax yang berada didepan Lona. Sedangkan gadis itu tetap menunduk. "Tatap depanmu, kau bisa menubruk nanti." Ucap Ax membuat Lona mengangkat wajahnya. "Tidak apa. Ada kakak disini." Sungging Lona membuat Ax mengangguk. Ax yang berada paling depan menggandeng tangan Lona. Semua mata menatapnya dengan iri. "Biasakan dirimu, kau hidup bukan untuk mengabdikan diri pada omongan orang Lona. "Ucap Ax membuat Lona mengangguk patuh
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD