Ceci Pov "Terima kasih makan malamnya. Maaf merepotkan dan maaf akan batalnya hubungan kita. Aku benar-benar tidak tahu. Kamu harus sampai repot-repot kemari untuk perjodohan yang akhirnya batal." Kataku padanya dengan tatapan bersalah. Meski hati kecilku sedikit bersorak gembira karena Kak Thomas bersedia untuk bertanggung jawab. Tapi bagaimana pun, aku harus minta maaf pada Denni. Jauh-jauh datang, tapi hanya sia-sia. "Terima kasih kembali. Untuk masalah itu, tak usah dipikirkan. Aku memakluminya. Lagi pula, mulai sekarang aku menetap dimari." Ujarnya. Alisku terangkat, "Oh ya? Kalau begitu selamat datang. Pernikahan kita memang tak jadi. Tapi, kita bisa berteman kan?" Tanyaku. Dia tersenyum, "Tentu saja. Hubungi aku jika kau ingin teman bicara atau pun hangout." "Dan... hubungi aku

