Ceci Pov Aku merapatkan jaketku. Hawa dingin kota ini masih terasa dalam cafe yang padahal sudah menyalakan mesin penghangat. Aku duduk dengan meminum kopi yang terkenal untuk menunggu Denni. Tadi pagi, pria tampan itu mengirim pesan untuk menemaninya membeli sesuatu dan kami janjian disini. Papa Randy, panggilanku padanya saat ia sudah sah menjadi ayah mertuaku, papa menyuruhku untuk tidak usah bekerja lagi. Bekerja menjadi OG sebelum aku hamil memang menguras seluruh tenagaku. Ditambah Kak Thomas yang dulu sering menyuruhku ini itu. Jika dalam kondisi saat ini aku tetap bekerja, aku dan bayiku pasti akan sangat kelelahan. Semenjak hamil angka kemalasanku kian bertambah. Sebenarnya, aku lebih memilih untuk bermalas-malasan dalam selimut dibanding keluar rumah seperti ini. Ya, anggap saj

