BAB 14

1727 Words

"Kak?" Matanya terbuka perlahan. Dia menatapku dengan sayu. Tangannya menyentuh pipiku. "Mama?" Ujarnya dengan suara parau. Air mataku jatuh melihatnya. "Mama..." Lirihnya. Jantungku berdetak kencang saat ia memelukku kembali. Pelukannya hangat dan juga erat. Kueelus punggungnya saat mendengar isakannya di leherku. "Ini aku. Bukan Mama Wulan." Kataku pelan. Isakannya terhenti dengan pelukannya yang merenggang. Aku menatapnya sedih, matanya berlinangan air mata yang membuatku gak tega dan terharu. Tangan besarnya menyentuh rambutku. Menatap lama kearah rambutku. "Of course you are… Rambut mama warnanya coklat. Rambutmu berwarna putih, like an old woman." Kutinju perutnya. Sial, dikatain nenek-nenek! Aku memasang wajah sebal padanya. "Ini keturunan! Kalau gak suka, protes saja sama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD