"EHM!" Kak Thomas? Papa melepas pelukan kami dengan pelan. Ia mengusap air matanya sebelum berbalik menatap Kak Thomas. Papa merangkul bahuku dan kami berjalan mendekati Kak Thomas. Kedua alisnya terangkat dengan tangan bersidekap di depan dadanya. "Ada kabar apa sampai kalian pakai peluk-pelukan?" Tanyanya. Hmmm... entah aku salah dengar atau tidak, tapi dari nadanya terdengar kesan cemburu? AWWWW... Kak Thomas cemburu? Oh My God!!! "Gak ada kabar apa-apa. Papa cuma mau peluk menantu papa saja. Gak boleh, ya?" Papa mengeratkan rangkulannya di bahuku. "Boleh. Cuma rada aneh saja." Papa mengangguk, "Ternyata bukan hanya wajah, ya? Pelukan dari istrimu, juga sehangat pelukan Mamamu. Persis sekali. Bahkan tadi papa mengira sedang memeluk Mamamu." Aku tersenyum kecil untuk menahan tawa

