Ingkar Janji

1633 Words

Hampir seminggu berlalu, tapi hubunganku dengan Mas Mustafa belum ada kemajuan. Jangankan menyentuh, bicara saja hanya seperlunya. Setiap kali ditanya alasan menikahiku apa, dia selalu menghindar dan meminta bersabar. Tentu saja aku akan bersabar jika alasannya jelas apa, tapi dia seolah enggan menceritakan kebenaran. Bahkan, dia juga dengan seenaknya memintaku berhenti bekerja dari kedai. Aku sudah mencoba memberi pengertian dan membujuk, tapi keputusannya tidak bisa diganggu gugat. Lebih parah lagi, Ibu dan Bapak malah setuju. Memang benar sudah kewajibanku untuk patuh. Hanya saja, aku bosan berdiam diri di rumah. Hari ini dia janji akan pulang cepat dari pabrik, lalu menemaniku ke mal untuk belanja baju baru sekalian jalan-jalan. Namun, sampai pukul empat sore, sosoknya tak kunjung ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD