Ada Apa Hati

1082 Words
" Kita harus putus Nes." Kalimat perpisahan yang sulit untuk Nanda ucapkan,tetapi ia harus berani mengambil langkah ini. Perempuan cantik,menatap Nanda tidak mengerti.Lidahnya terasa kelu,tidak mengerti mengapa cowok yang ada di hadapannya ini ingin mengakhiri hubungan tanpa kejelasan. " Kamu kenapa? lagi sakit?" tanya Nesya. " Enggak,saya hanya ingin menyudahi hubungan kita.Bukankah selama ini kamu juga dekat dengan Dio," jawab cowok itu. Nesya tertawa sinis." Kamu kan tahu Dio itu siapa,dulu kamu tidak mempermasalahkan.Lalu sekarang itu menjadi alasan untuk putus?" Nanda menghela nafas,berat." Saya minta maaf," " Enggak! aku enggak mau kita bubaran." Kata Nesya tetap bersikukuh pada pendiriannya untuk tidak putus. " Tapi kita harus putus Nes," " Kamu kenapa sih Nan! kamu punya selingkuhan?" " Enggak usah nuduh,saya hanya ingin kamu dan Dio bahagia." " Kamu itu enggak pernah ada waktu,sulit di ajak jalan,pulang dan berangkat Sekolah enggak mau bareng.Bahkan punya hubungan saja harus kamu sembunyikan," jawab Nesya di penuhi kekesalan. " Ya tetap saja,mendua itu adalah kesalahan." " Aku mendua karena sikap Ego kamu yang tinggi." " Saya salah,maka dari itu Dio berhak mendapatkan cinta kamu dengan tulus." Nanda membenarkan Tasnya dan meninggalkan Nesya yang masih menatapnya dengan serius. " Fil udah siap?" tanya poppy pada remaja yang sedang merapikan Bletzer Hitamnya. Afila menyimpulkan senyum lalu mengacungkan kedua Jempol," ke kantin sebentar yuk." Poppy mengangguk dan membarengi langkah sahabatnya. " Kelihatan bahagia banget,raut wajah yang tidak pernah gue temui seumur hidup." sindir Poppy di sertai kekehan pelan. " Biasa aja." " Fil,mau ikut Ekskul Pramuka?" Afila menggeleng," enggak tertarik." " Ada kak Nanda yang sekarang jadi ketua Pramuka di Sekolah," Afila langsung menoleh pada Poppy." Dia jadi Ketua Pramuka?" " Ia,baru Satu Minggu di lantik.Per Khamis besok dia sudah aktif di Pramuka." " Bukannya dia aktif di basket?" " Gosip dari kakak gue,yang merupakan sahabat kak Nanda.Dia males bergabung di Basket lagi,kekasih Kak Nanda selingkuh dengan salah Anggota Basketnya." " Hah?" ujar Afila tidak percaya. " Gue aja kaget,kak Nanda yang begitu sempurnanya di selingkuhin." Ya,Afila memang kaget.Tetapi bukan tentang kenyataan itu,melainkan Nanda yang memiliki kekasih. " Dia siapa?" tanya Afila pelan. " Nesya.id,Most Wanted juga di sekolah kita." Saat mendengar Nama itu,entah mengapa Afila merasa sedih.Ada Apa Hati? Marry With My Senior " Boleh ikut duduk di sini?" Afila menggeleng,tidak membolehkan cowok yang di hadapannya duduk di sebelah. " Saya akan tetap duduk di sini," Afila melihat sekeliling,masih banyak Kursi kosong di Perpustakaan.Tapi entah mengapa cowok ini justru ingin duduk di sampingnya. " Oke," jawabnya singkat. Nanda mengangguk dan langsung duduk di samping Afila,menatap wajah cantik itu hingga pemiliknya jengah. " Kenapa?" " Lagi mikir aja,obrolan apa yang pas untuk kita berdua." Afila berusaha menahan tawanya." Ngapain di fikirin,gini aja udah obrolan kan." " Enggak hobi ngantin ya?" " Udah tadi Pagi,lo sendiri kenapa malah nyamperin gue." " Di kantin itu rame,kalau saya yang datang." " Ih sombong," tatap Afila dengan mengejek. " Bukan sombong,tapi faktanya begitu Fil.lagi pula setiap Orang kan punya cara sendiri dalam beradaptasi dengan lingkungannya.Terlebih saya ini Osis Famous,baru saja masuk Kantin.Mereka pasti udah pada upacara." " Kok gitu?" Afila mulai tertarik dengan perbincangan,ia meletakkan Buku Panduan Kimia di atas Meja. " Mereka langsung berdiri rapi,menatap saya penuh kagum." Jawab Nanda dengan tertawa pelan. " Terus lo cuekin gitu?" " Sebenarnya enggak ada Orang yang mau di cuekin,tapi saya juga butuh Tameng jika terlalu ramah." " Termasuk gue?" Tidak sengaja Afila melihat Nanda yang menggeleng. " Kamu beda,untuk calon istri mana mungkin bisa saya bersikap seperti itu." " Dan pacar lo gimana?" " Nesya?" jawab Nanda. " Ia," " Sudah berakhir,tidak ada hubungan lagi." Jelas Nanda pada Perempuan itu. " Gapapa kok kalau masih ada hubungan dan ingin bersama dia,jangan karena pernikahan kita hubungan kalian berakhir.Gue enggak mau di salahkan." Nanda tersenyum,manis." Dan menyukai seseorang seperti kamu karena kebaikannya,bukan juga sebuah kesalahan." Afila mengerutkan kening," gue enggak pernah melakukan kebaikan apapun ke lo." Itulah mengapa Perempuan ini merasa nyaman dan Tenang ketika bersama Nanda,bukan salah dari indra pendengarannya,tetapi memang suara cowok itu selalu lembut dan membuat ia ingin mendengar kelembutan itu berulang-ulang kali. " Saya boleh nunggu buat nganterin kamu pulang?" Sejenak Afila menatap ke arah Nanda,tidak lama kemudian mengangguk. Ia kembali membaca buku yang tadi sempat terabaikan,hingga kertas kecil di antara selip lembaran putih jatuh ke Lantai. " Satu Tahun penuh canda,Satu Tahun penuh tawa lalu Satu tahun penuh luka.Dear Adit," Nanda membaca tulisan yang ada pada Kertas tersebut. " Siapa Adit?" tanya cowok itu dengan menaikkan sebelah Alisnya. " Teman Smp." " Lalu surat ini kamu tujukan untuk dia?" jawab Nanda dengan tersenyum,walau tidak semanis biasanya. Afila diam seribu bahasa,dia menunduk cukup lama sebelum akhirnya menatap Nanda penuh keberanian. " Udah tahu mesti nanya lagi.Surat itu emang gue tujukan untuk Adit,tapi entah dimana Orangnya." Kata Afila jujur. Nanda pun kembali,setelah kejujuran itu terdengar." Gapapa,melupakan itu butuh waktu.Sama juga dengan pertemuan,kita di pertemukan seperti ini juga butuh waktu kan." Mau tidak mau,remaja itu tersenyum mendengar ucapan Nanda. " Tapi lo juga di pertemukan dengan Nesya,dalam waktu yang cukup lama." " Sekarang juga harus melupakan,sama seperti kamu.Deal?" Nanda mengulurkan Tangan. " Deal," tawanya seketika menghias ruangan. Nanda menampilkan deretan Gigi putihnya setelah mendengar jawaban Afila barusan. " Ngomong-ngomong kenapa putus? setahu gue Nesya itu cocok bareng lo.Seimbang dengan kepopuleran kalian masing-masing,dia Model.Jobnya pasti banyak,denger-denger juga Anak dari Pemilik Sekolah ini." Rasa penasaran Afila mulai datang kembali. Nanda mengangguk," terkadang yang sama-sama sempurna itulah sulit untuk seimbang,kita bertahan pada Ego masing-masing.Enggak mau salah dan di salahkan,kamu kepo ya?" Afila menaikkan Bahu,tidak perduli." Enggak sih,pengen tahu aja." " Itu namanya kepo." " Whatever." " Kalau gitu saya ke kelas,Lima menit lagi bel masuk.Jangan lupa tunggu saya di Depan gerbang Sekolah ya." Nanda bangun dari Tempat Duduk. Afila mengangguk,bersiap-siap untuk ikut keluar dari Perpustakaan. " Hati-hati," Tidak henti-hentinya Nanda menatap Afila setelah mendengar ucapan itu. " Kamu juga." Bagi Afila,definisi bahagia itu seperti ini.Menemukan banyak Warna di antara kesunyian pada relung Hati. " Ia,saya tahu memang ganteng.Jangan gitu juga ngeliatin nya," kata Nanda dengan bercanda. " Ganteng itu relatif,setiap cowok pasti di bilang ganteng kali.Kalau cantik,nanti di ragukan." " Tapi kalau saya,gantengnya adem kan Fil." ujar Nanda bangga. " Ia,seperti Es Batu.Tambahin serbuk Pop Ice aja lagi." " Hihi,kamu lucu Fil." " Lucu aja enggak cukup untuk jadi istri lo,karena udah lebih dulu kalah saing dengan Nesya." Jawab Afila dengan menjulurkan Lidah pada Nanda,mengejek.Ia tertawa puas sembari meninggalkan Ruangan Perpustakaan terlebih dahulu. Nanda terkejut mendengar ucapan itu barusan,setelah tubuh Afila tidak terlihat dari Ruangan.Cowok itu hanya tertawa pelan dan segera menuju ke arah pintu yang bertuliskan Exit.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD