___Sulit ya,bilangnya bakal melupakan.Tapi masih saja ketemuan di kelas,apa itu coba Namanya.___
" Kamu beneran enggak mau di obatin? ke Uks saja sebentar." Ujar cowok yang menolong Afila untuk bangun dari Lapangan Basket.
" Hanya ke gores sedikit,nggak perlu ke Uks." Dengan tertatih Afila berusaha bangun dari duduknya.
" Yakin kamu gapapa?" jawabnya kembali.
" Ia,luka ringan doang kok." sahut Afila seadanya,moodnya berubah tidak membaik.Ia melihat sekeliling,sudah sepi.
" Kamu cari seseorang?"
" Enggak,malah sedang menghindari seseorang."
" Mau saya bantu untuk bersembunyi?"
Afila langsung mengangguk," boleh-boleh,dimana?"
" Ayo." Ajak cowok itu berjalan menuju ruang Basket dan masuk ke dalam.Afila pun ikut melangkah,tanpa menyadari hidupnya akan berubah ketika bersama cowok itu.
" Lain kali kalau kamu mau bersembunyi,di sini aja."
Afila kembali mengangguk,ia menghempaskan tubuhnya di sofa berukuran cukup besar.
" Yang sedang di hindari itu kekasih kamu?" tanyanya membelakangi Afila,ia tengah mengambil Air minum untuk Perempuan itu.
Tatapan Afila berubah tajam ketika melihat Gelang yang sama dengan miliknya,di kenakan juga.
Ia berulangkali memastikan agar tidak salah,namun semua benar adanya.
" Kak Adit." Ujar Afila kaget,hingga lelaki itu membalikkan badannya yang Tegap.Lalu mengangguk,
" Ia saya,Afila."
Afila menelan Air Ludah,membasahi kerongkongan yang tiba mengering.
" Kakak Sekolah di sini?"
Adit mengangguk cepat," kamu kaget ya.Saya memang di kenal kurang pergaulan di Sekolah,sibuk dengan kegiatan sebagai Anak Basket."
" Kakak anak Basket?" Ia kembali kaget,itu artinya Nanda dan Adit pernah berada di satu Tim.Apa mereka dekat?
Nanda mengangguk," Maaf.Selama di sini saya tidak pernah menyapa kamu.Tapi saya tidak lupa tentang kamu,hanya takut saja masih kecewa berat pada saya.Itu alasan untuk tidak berusaha mendekati kamu lagi sejak tamat Sekolah,"
Afila terdiam,sebenarnya ia memang sangat kecewa.Apalagi ketika mengetahui ia ternyata Satu Atap Sekolah,tetapi cowok itu memilih menjauh.Tapi bagaimanapun ia juga Rindu,
" Mengapa lakukan semua ini,kak."
" Suatu saat saya akan cerita ke kamu banyak hal."
" untuk apa."
" Tapi sekarang saya lihat,kamu sudah membaik."
" Gue enggak baik seperti yang kakak lihat."
" Kamu kenapa? ada hubungannya dengan penghindaran tadi? siapa? pacar kamu?"
Afila tertawa pelan," bukan siapa-siapa."
" Kalau kamu emang enggak suka,jangan di paksa ya."
" Hmm.."
" Anggap aja sebagai Teman,biar kalian sama-sama tidak terbebani." Ah,dia masih bersikap sama seperti dulu.Selalu melembutkan hati ketika semua keadaan sedang tidak membaik,Afila mendengus kesal.
" Atau kalian sedang Pedekate? lalu kamu cemburu melihat dia dengan perempuan lain?"
Afila menggeleng." Kita hanya berteman."
" Teman? kalau seperti itu kenapa harus menghindar."
" Iya." jawabnya tidak perduli,rasa bencinya pada Adit muncul seketika.
" Dulu kita juga berteman,tapi kamu enggak pernah bersikap seperti ini."
Afila langsung menatap Adit,tatapan yang di penuhi Amarah." Hanya teman,tetapi sikap kakak berlebihan."
" Memangnya salah ya? sebagai teman saya pun ingin membuat hidup kamu membaik,menghadirkan banyak kebahagiaan,karena hidup bukan tentang kesedihan saja Fil.Dan kamu tahu itu kan?"
" Tahu kok," jawab Afila seadanya.
" Lalu mengapa menjauh dari saya,"
" Karena kakak tau perasaan gue,tapi diem saja!"
Adit tersenyum," kalau kamu suka sama saya atau siapapun,itu hak kamu Fil.tidak ada yang memaksa,"
" Terus kakak juga suka? sekarang?" kata Afila serius.
" Belum,saya masih ingin menjadi teman kamu."
Afila menggelengkan Kepala,mengambil Tasnya dan keluar dari ruangan.Di tolong dengan Malaikat bersayap tapi di penuhi Duri,benar-benar menyakitkan.
Marry With My Senior
"Kamu menghindar dari saat di sekolah hingga sekarang,jika ada salah katakan dimana salahnya.Jangan seperti ini Fil."
" Memang masalah buat lo."
" Saya merasa nggak nyaman,bukankah seharusnya hubungan kita semakin membaik karena pernikahan."
" Gue enggak mau menyakiti diri sendiri lagi." Afila mencoba menjelaskan penghindarannya.
" Kamu kenapa sih Fil,"
" Sebisa mungkin gue enggak ingin menyakiti Oranglain,apalagi sampai lisan ini ngomong yang enggak bener ke lo.Bisa berhenti nanya kan?" ujar Afila kesal,ia meletakkan Katalog Gaun Pernikahan dengan kasar.
" Kamu marah?"
" Berisik banget sih!"
" Sorry,sorry.Kalau gitu saya pamit balik.Nanti kalau kamu sudah di Rumah kabari saya."
" Memangnya lo siapa yang harus gue kabari."
Nanda terhenyak kaget," untuk sekarang bukan siapa-siapa sih,tapi kan saya khawatir."
Afila hanya menghembus Nafas,melihat tubuh Nanda yang perlahan-lahan meninggalkannya.
Ia mengenakan Jaketnya kembali,namun secara tidak sengaja Matanya menangkap sosok yang di kesalinya tadi.Tengah menuju ke arahnya.
" Hei Fil," panggil Adit pelan.
Cowok yang berperawakan Tinggi dan Tegap,menyipitkan Mata ke arah Afila.Mungkin tengah bingung mengapa remaja itu berada di tempat Wedding Organizer miliknya.
" Ngapain di sini?" tanyanya.
" Kakak sendiri ngapain di sini?" Afila membalikkan pertanyaan.
" Ini tempat usaha saya."
Afila menutup mulutnya,kaget." Ini milik kakak?"
Adit mengangguk," ia.Kamu sedang menemani siapa?"
" Enggak nemenin siapa-siapa sih,jalan-jalan aja.Cuci Mata," Afila menoleh ke arah lain.Ya,dia menangkap Mata Nanda yang memperhatikan dirinya dari kejauhan.
Tatapan Adit pun ikut lurus,menyamakan dengan Perempuan di sebelah.
" Dia itu Nanda,salah satu siswa di sekolah kita juga.Malah ketua basket,pernah Satu Tim dengan saya."
" Deket?" Afila menatap Adit.
" Cukup deket,kamu kenal dia? eh tapi kok dia ada di Parkiran sini.Kamu kesini bareng dia?"
Afila tergagap," enggak mungkin lah."
" Kamu lagi suka dia ya?"
" Sebagai cewek normal pasti punya rasa suka,tetapi belum memutuskan dia atau bukan Orangnya."
Sudut Mata Adit segera melirik pada Afila," maksudnya kamu sedang deket dengan dia?"
" Kenapa ingin tau tentang gue sih."
" Saya tanya,kamu suka Nanda?"
" Emang perlu di jawab?"
" Jangan suka dia Fil," ucap Adit.
" Hak gue dong suka dengan siapapun."
" Maksudnya saya,jangan terlalu cepat mengutarakan perasaan pada dia."
Afila menatap sebal." Asal kakak tau,dari dulu hingga saat ini,gue cuma mengutarakan perasaan ke kakak.Itu pertama kalinya jatuh cinta lalu di hancurkan dengan waktu bersamaan."
Mendengar jawaban itu,seketika Adit merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan Hatinya.Seperti di remas oleh Tangannya sekuat mungkin,tidak berdarah tetapi rasanya sakit sekali.
" Gue pernah bodoh,berharap pada kakak.Tapi nyatanya semua itu hanya sebatas Teman yang membuat gue percaya kita memiliki perasaan yang sama.Tolong jangan bodohi gue lagi,"
Ucapan yang berhasil membuat Adit kembali mematung,kaget.Sesak dan menyiksa.
" Gue duluan ya."
" Afila..."
Afila menoleh," Hmm?"
" Hati-hati baliknya."
Perempuan itu hanya tersenyum tipis,mengangguk dan melangkah keluar dari ruangan yang sebenarnya dingin,hanya saja sekujur Tubuhnya sudah memanas.
Terlalu sendu sore ini,
- Walau di anggap hanya sebatas Teman,aku pernah berjuang sekuat Tenaga untuk mendapat Kepastian.- Afila

Aditsyah,seseorang yang pernah begitu gue cintai dengan Bodoh.
Marry with My Senior
" Afila,dari mana kamu."
Merasa namanya di panggil,remaja itu menoleh ke arah sumber suara.Sosok wanita yang sudah mengenakan Baju Tidur berdiri di depan Pintu dengan melipat Tangan.
" Nanda bilang,kalian sudah siap memilih Gaun Pernikahan sejak sore.Mengapa malam begini kamu baru pulang?"
Titik fokus Anisa langsung berubah,ia mendekati Afila yang masih diam.Mematung,
" Kamu dari mana Fila? basah-basah seperti ini,hujanan lagi?"
" Kehujanan Ma." Bantah Afila.
" Terus kamu nunggu apa di sini,ganti bajunya dan segera temui Mama di ruang Tamu." Perintah Anisa tegas.
" Ia Ma." Afila mengangguk dan langsung masuk ke kamar.
Tiga Puluh Menit,Afila sudah duduk di Sofa dengan mengenakan Baju Tidur kesayangan.
" Kamu mau dengar sesuatu enggak Fil,"
" Apa Ma."
Anisa tertawa pelan,entah mengapa ketika ingat Nanda yang datang ke Rumah dengan wajah sedih.Menceritakan kejadian di Tempat WO.
Lucu,karena cowok itu bicara dengan nada yang menyiratkan kecemburuan.Sedangkan Afila menatap tidak mengerti pada Mamanya.
" Kamu enggak ikutan Mama ketawa?"
" Mama aja belum cerita,lucunya di mana?"
" Oo,ia." Anisa menepuk jidat,mengatur nafas.
" Si Nanda,tadi datang ke Rumah setelah melihat kamu dengan cowok di tempat WO.Dia bilang kedekatannya beda,rasanya cemburu kalau kamu bisa dekat selain dengan dia." Jelas Anisa dengan terkekeh geli.
" Eh?" Afila menutup mulut,lalu tertawa kencang.Hingga seluruh ruangan menggema suaranya.
" Dia itu ada-ada saja,"
" Tapi ngapain dia datang ke sini Ma?"
" Cuma nyampein itu,langsung balik.Itu tadi Teman kamu?"
" Ia." Jawab Afila singkat.
" Kok dekat begitu,apa lagi Nanda yang sampein ke Mama."
" Kan Temen Ma,emang salah ya."
" Temenan sama cowok itu berbeda Fil,kamu harus bisa menjaga hati Nanda.Siapa namanya?"
Afila terdiam sesaat." Namanya Adit."
" Berjaraklah sedikit,karena kamu akan di nikahi Nanda."
Helaan nafas terdengar dari Afila,ia mengangguk tanpa menjawab.Lalu mengeluarkan Handphonenya,mengirim pesan pada pemilik Nama:
Future
Cie,cemburu