Lirih Pemuda Hitam Buluk

1341 Words

Bakso di mangkuk Arjuno sudah beberapa menit lalu tandas, sedangkan Shopia masih memotong-motong bakso miliknya dengan sendok menjadi potongan-potongan yang kecil. Bagaimana dia mau selesai makan jika sebentar-sebentar melihat ke cermin yang ada di sebelah kirinya? Arjuno mengomentari dalam hati apa yang dilakukan gadis yang duduk di samping kirinya. “Mengapa kamu lihat bayangan kamu di cermin terus, Sayang? Cobalah kamu tengok sebentar bayangan kamu di hatiku. Pasti kamu akan terkejut karena kamu sangat sempurna dan tiada cela di hati ini.” Hati pemuda buluk berbisik lirih  saat melihat kelakuannya. “Ini siapa yang bayar bakso, Jun?” ujarnya sambil memainkan sendok di mangkuknya sesaat matanya melihat ke arah Arjuno. Dalam benak pemuda itu tiba-tiba ada tanda tanya tentang pertanyaan ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD