Mobil box putih yang dipiloti oleh Bang Ucrit meluncur membelah jalan raya yang mulai lengang, terlihat hanya ada satu dua motor yang berpapasan. Mengapa sepi sekali malam ini? Arjuno dan Shopia pun terjebak keheningan beberapa saat di dalam mobil. Driver mobil favorit itu sepertinya tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi di samping sebelah kirinya, laki-laki berkepala empat itu sibuk meracuni tubuhnya dengan nikotin. Sejak tadi ada kalimat yang ingin sekali diucapkan oelh Arjuno, namun terasa masih lekat di lidahnya. Walau bagaimanapun kalimat itu harus dikeluarkannya, tidak boleh tidak. Dia harus mengucapkan kepada Shopia malam ini, demi anak dan cucunya yang belum lahir dari rahim pujaannya itu. Bismillahirrahmanir rohim .... “Phia ... “ ucap Arjuno sambil mengendalikan groginya.

