Malam ini Arjuno bertekad harus bertemu dengan Shopia, dia akan menyampaikan apa yang mengganjal di hatinya selama ini. Pemuda itu akan mengajaknya kembali ke dunia yang sudah lama ditinggalkan oleh mereka, walaupun mungkin itu adalah sebuah dunia di mana khayal tak pernah mempunyai tepi, sebuah dunia di mana angan yang hanya berganti nama. Itu adalah sebuah dunia yang tidak jelas, tapi itulah dunia mereka. Dunia yang hanya ada cinta antara Arjuno dan Shopia. “Uang jalan Jalur Tangerang ‘ni, Jun.” Arjuno tersungut karena lamunannya buyar seketika saat ada suara menyebut namanya tiba-tiba. Walaupun sebenarnya sebuah kewajaran jika dia tidak bisa khusyu melamun karena ada A' Iwan juga di ruang kantor distribusi. Sebenarnya pemuda itu tidak berniat menemaninya menyiapkan kertas-kertas

