25. Malam yang Berat

1456 Words

Aku meringkuk di sudut tempat tidur dengan pikiran kosong. Sudah dari sejam yang lalu dan aku masih saja meratapi nasib. Setelah Mas Graha pergi, entah kekuatan dari mana yang membawaku pulang ke rumah Mama. Suasana rumah sepi. Didi kemungkinan besar belum pulang dan Mama sedang beristirahat di kamar. Tidak ada yang tahu jika aku pulang dalam keadaan kacau. Mataku bengkak dan tangisku masih juga belum berhenti. Pertanyaan yang sama terlintas terus di pikiran. Kenapa Mas Graha tega padaku? Sebegitu pentingkah Diara buatnya sampai dia tidak peduli padaku? Aku mengusap wajahku dengan frustrasi. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Mengejar Mas Graha sampai ke Surabaya terdengar seperti pilihan yang bagus. Aku menggelengkan kepala. Membayangkan Mas Graha yang begitu peduli pada Diara hanya a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD