Aku menyeka kening yang mendadak berkeringat. Harusnya aku bahagia dengan kenyataan ini, tapi entah mengapa aku merasa sangat takut. Aku takut, jika pada akhirnya Mas Graha lebih memilih Diara. Lalu ... bagaimana denganku? Aku mengelus perut perlahan dan terisak pelan. Antara bahagia dan ketakutan. Apa reaksi Mas Graha jika tahu aku sedang mengandung anaknya? Jangan-jangan dia lebih memilih Diara dibanding aku. Aku terus terisak sampai rasanya tenggorokanku kering. Sungguh, aku tidak menyesal dengan kehamilan ini. Aku bahagia sampai tidak tahu harus berbagi dengan siapa. Aku harus bertemu dengan Mas Graha saat ini juga. Dia pasti akan menyesali keputusannya karena lebih memilih Diara. Apa semua ini bisa kembali lagi seperti dulu? Apa aku bisa mengembalikan Mas Graha padaku? Aku

