28. Bella

1014 Words

Aku menggengam tangan Mas Graha dengan erat. Udara yang berembus dari pendingin ruangan di lorong ini membuatku menggigil. Mas Graha mengelus punggung tanganku perlahan dan menatapku penuh perhatian. Mendadak aku merasa sangat grogi. Bau obat-obatan memenuhi pernapasanku. Aku menahan napas sejenak, mencoba menghilangkan mual yang menyerang. Memasuki kehamilanku yang berusia dua belas minggu, rasa mual yang kurasakan semakin parah. Kadang aku malah tidak bisa menelan makanan apa pun dan memuntahkan semua makanan yang masuk ke perutku. "May nggak apa-apa?" tanya Mas Graha. Aku menarik napas dengan susah payah sebelum menjawab pertanyaannya. Rasanya perutku bergejolak dan membuatku merasa sangat tidak nyaman. "Agak mual," jawabku berusaha tersenyum. "Tapi nggak apa-apa kok," lanjutku la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD