Hara menatap keluar jendela. Mobil Agra sudah melaju meninggalkan kota Bandung dan rasa sakit yang Hara rasakan. Tidak mudah bagi Hara untuk mengambil keputusan sebesar itu tapi memang tidak ada lagi yang bisa di pertahankan dari hubungannya dan Panji. Hubungan itu sudah berada di luar jalur yang seharusnya. Hubungan itu tidak lagi membuat Hara merasa bahagia. Alih-alih merasa bahagia, Hara justru merasa tertekan. Hara tidak lagi memiliki respect yang bagus untuk Panji. Setiap melihat wajah Panji, Hara selalu merasa bersalah pada kedua orang tuanya. Harapan Hara sekarang hanya satu. Semoga saja ayah dan bundanya tidak pernah tahu apa yang sudah Hara lakukan. Hara sudah menghianati kepercayaan kedua orang tuanya dengan begitu kejam. Hari semakin larut. Abrisam, Kinanti dan Had

