THE TRUST | 14

1564 Words

      Ujian terasa sangat sulit bahkan hampir tidak ada soal yang Panji pelajari setahun terakhir keluar saat ujian. Pikiran Panji kacau. Dia melangkah gontai keluar dari ruang ujian. Harapan Panji untuk berada satu kampus dengan Hara hancur berantakan. Panji yakin tidak satupun jawabannya benar.     Kaivano berdiri di dekat tangga. Cowok itu memilih keluar ruangan ujian lebih dahulu karena tidak kuat lagi membaca soal-soal yang berhasil membuat kepala Kaivano mendadak migren.     “Gimana?” tanya Kaivano. Dia menepuk bahu Panji dengan pelan. Bahu Panji merosot. Harapannya hancur berantakan. Dan Panji sangat takut jika Hara tidak mampu lagi bertahan dengannya.     “Lupain aja. Berasa nggak guna gue belajar siang malam selama satu tahun.” Kaivano mengangguk setuju mendengar ucapan Panji

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD