With Sandi

1530 Words

"Nama kamu siapa?" Tanya Papa pada Sandi. Aku merasakan atmosfer berbahaya disini. Tatapan Papa pada Sandi seolah-olah Sandi adalah pesakitan yang siap di vonis mati atau seumur hidup. Jadi seperti melihat langsung sidang kopi sianida yang sempat heboh. "Sandi Om." Jawab Sandi, dari cara bicaranya dan juga gestur tubuhnya aku tahu kalau Sandi berusaha bersikap ramah pada Papa. "Rita silakan naik ke kamar. Ini urusan laki-laki." "Tapi Pa," sergahku. Kali ini Papa benar-benar... lebay. Tetapi aku tidak bisa membantah saat Papa memberikan sorot mata mematikan. Aku segera naik ke lantai dua meninggalkan Sandi dan juga Papa yang sedang duduk di ruang tamu. Sebenarnya Papa ingin melakukan apa sih? Masa iya setiap ada laki-laki yang ingin menemuiku harus diintrogasi terlebih dahulu. Waktu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD