"Ngeliatnya biasa aja kali kak sampai nggak kedip gitu, " sindir Azmi yang berada di sampingku. Aku membalas memukul lengannya, ia hanya terkekeh. "Udah biasa ih, orang yang kakak lihat itu Papa sih," elakku. "Bukannya Bang Rivan ya?" "Eh kamu kenal, Mi?" Azmi mengangguk, sejak kapan anak itu mengenal Rivan? "Ya kenal lah ka, Bang Rivan kan sering main ke rumah," jawabnya santai. "Hah kok nggak ada yang bilang sih ke kakak?" "Lah ngapain bilang coba, kan Bang Rivan perlunya sama Papa. Lagipula kak Ita itu sibuk banget sih di rumah sakit," kata Azmi sambil meraih gelas berisi softdrink yang berada di hadapannya, kemudian menenggak minuman itu hingga setengah. Aku kembali memfokuskan pandanganku pada dua orang yang tengah berdiri di atas panggung. Jika dilihat-lihat, Papa dan

