Oh Ternyata

1331 Words

Tanpa terasa sudah dua bulan aku menikah dengan Rivan. Sejauh ini tak ada masalah yang berarti. Rivan juga semakin perhatian —sesuatu yang tidak pernah aku tahu sebelum menikah— ia selalu tidur setelah aku tertidur, dan bangun lebih dahulu sebelum aku bangun. Tetapi ada satu hal yang mengganjal hatiku. Rivan sama sekali tak pernah membahas masalah anak. Jika aku membicarakan masalah anak, ia akan sengaja mengalihkan pembicaraan. Membuatku merasa kesal. Apa ia tidak mau memiliki anak dariku? "Lagi ngapain sih? Kok kalender diitungin gitu?" Rivan datang, dan duduk disebelahku sambil memainkan rambutku yang semakin panjang. "Ini loh Mas, padahal kan aku udah yakin kalau kita ngelakuin 'itu' di waktu masa subur. Tapi bulan ini aku malah halangan," kataku dengan lesu. "Kata orang kalau pas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD