Seyra berlarian secepat yang ia bisa setelah memarkir citycar-nya secara sembarangan di halaman parkir salah satu stasiun radio swasta terkemuka di pusat kota. Dia tidak memedulikan beberapa pasang mata yang berada di sekitar stasiun radio Metropop FM, tengah menatap aneh padanya. Yang ia inginkan saat ini adalah segera berhadapan dengan seorang paling spesial dalam lima tahun terakhir. Orang yang telah dicintainya tanpa alasan. Dan mencintainya pun tanpa alasan. "Tok, tok, tok...," ucap Seyra sambil menahan senyumnya, menirukan suara ketukan pintu setelah berada di depan pintu ruangan bertuliskan Ruang Siaran di atas daun pintunya. "Mana ada pintu dibuka dulu baru ketok-ketok. Ketok dulu baru buka pintu," jawab seorang laki-laki yang berada di ruangan itu. Yang sebenarnya sudah tahu k

